Mengapa Orang Bisa Sombong? - Bag 2



Sebab-Sebab Orang Bisa Sombong?

Setiap orang yang terjangkiti Al-Kibr adalah orang yang memiliki sesuatu untuk disombongkan. Sesuatu tersebut bisa berupa yang dzahir seperti betuk fisik dan rupa, harta kekayaan, atau pun yang bathin seperti jabatan, status sosial, nasab, kecerdasan, dan lain sebagainya.

Sahabat Alukatsir Blog yang dimuliakan Allah, berikut ini adalah 7 sebab yang dikemukakan oleh Imam Ghazali di dalam kitab beliau, Ihya 'Ulumid Din (3/ 347-353), beliau menyimpulkan bahwa orang yang sombong itu karena 7 hal:

Pertama, karena ilmu dan wawasan.
Betapa cepat kesombongan merasuki seorang yang berilmu ataupun berwawasan luas. Ketika seorang alim belum memahami betul-betul kemulian ilmu itu sendiri maka dia akan mudah terseret ke dalam Al-Kibr.
foto kokgitu.com

Dia akan mulai memandang indah dan sempurna ilmu yang dimilikinya hingga merasa dirinya adalah orang besar dan mulai merendahkan orang lain. Dia tidak akan sungkan untuk memandang orang lain seperti memandang hewan ternak dan menganggap mereka tidak tahu apa-apa. Ini biasanya berkaitan dengan dunia.

Adapun jika berkaitan dengan agama, maka bentuk kesombongannya terhadap orang lain adalah dengan merasa bahwa kedudukan dirinya di sisi Allah lebih tinggi dan agung ketimbang kedudukan orang lain.

Dia berharap apa yang diinginkannya dipenuhi oleh Allah dan lebih dikedepankan ketimbang harapan dan keinginan orang lain.

Aneh. Bisa jadi itu kata yang terlontar dari lisan sebagian orang. Kenapa orang yang semakin berilmu malah semakin mudah sombong dan merasa aman dari siksa Allah?

Maka perlu diketahui bahwa ada 2 penyebab itu bisa terjadi:

Sebab pertama, orang yang dianggap berilmu namun sombong tadi, bisa jadi ia keliru dalam mengilmui ilmunya. Ia mengira dirinya sedang memperdalam suatu ilmu namun pada hakikatnya itu bukan ilmu sama sekali.

Yang dinamakan ilmu hakiki adalah segala ilmu yang mengenalkan setiap budak kepada Rabbnya, menyadarkannya akan hakikat dirinya, dan mengingatkannya kepada perjumpaan dengan Allah kelak. Yang demikian inilah yang akan melahirkan khasyyah (rasa takut) dan tawadhu' (rendah hati), serta mengikis kesombongan dan rasa aman (dari siksa Allah) dalam diri.

"Sesungguhnya orang yang takut kepada Allah dari kalangan hambaNya hanyalah para ulama (orang-orang yang berilmu)." [QS. Fathir: 28]

Sebab kedua, bisa jadi orang tadi memang tidak keliru dalam mendalami ilmu agamanya. Tetapi hatinya memang busuk, jiwanya rendah, dan perangainya memang jelek.

Kedua, karena amal perbuatan dan ibadah.
Ranah ini juga tidak luput dari terpaan Al-Kibr. Biasanya orang-orang yang banyak beribadah dan beramal rentan terjangkiti penyakit ini. Mereka juga tidak luput sebagaimana orang-orang berilmu juga berusaha keras melawan penyakit yang menghinggapi mereka.

Di dalam hal-hal yang berkaitan dengan dunia, kesombongan akan merasuki ahli ibadah yang sombong dengan menganggap dirinya lebih berhak untuk dikunjungi orang lain ketimbang ia yang pergi berkunjung.

Dia ingin agar orang-orang selalu menunaikan hajatnya dan menghormatinya. Termasuk pula keinginan agar mereka mempersiapkan tempat khusus untuknya di setiap acara dan kesempatan. Dia ingin agar orang-orang senantiasa membicarakan ketakwaan dan kewara'annya.

Adapun dalam hal yang berkaitan dengan agama, maka seorang ahli ibadah yang sombong menilai orang-orang akan binasa sedangkan dirinya akan selamat (dengan ibadahnya yang banyak tadi). Padahal justru dialah yang binasa jika memang menyombongkan amal ibadahnya tadi.

Ketiga, sombong karena status sosial dan nasab.
Biasanya orang yang memiliki status sosial yang tinggi ataupun garis keturunan yang mulia di tengah masyarakat akan sangat rentan untuk menyombongkan hal ini.

Bukan hal yang sulit baginya untuk merendahkan orang lain yang garis keturunan atau status sosialnya lebih rendah darinya. Walaupun yang direndahkan tadi lebih banyak ilmu dan amalnya dari dirinya sendiri.

Keempat, menyombongkan diri karena ketampanan atau kecantikan.
Hal ini biasanya lebih banyak terjadi di kalangan wanita. Ketika seseorang merasa dirinya tampan atau cantik dan menyombongkannya, maka sikap yang seperti ini akan menyeretnya lebih dalam kepada sikap memandang rendah orang lain yang tidak berparas setampan atau secantik dirinya. Dia akan mudah menyebut kejelekan orang lain tadi dan menggunjingnya.

Kelima, sombong karena harta yang dipunya.
Biasanya hal ini ada pada para penguasa dan raja yang saling membangga-banggakan kekayaan, pada para pedangan besar yang menyombongkan barang dagangan mereka yang banyak, pada para pemilik tanah yang berbangga dengan tanah-tanah mereka yang luas, serta pada orang-orang yang selalu memperhatikan penampilan mereka ketika mereka menyombongkan pakaian berkelas dan kendaraan mewah mereka.

Karena ada harta maka seseorang bisa terfitnah dengannya sehingga bisa menyombongkannya di hadapan orang lain. Yang terjadi di masyarakat adalah fenomena si kaya yang sombong dan merendahkan si fakir yang tak berpunya.

Keenam, sombong karena kuat dan bertubuh kekar, serta membangga-banggakannya di hadapan orang yang lemah.

Ketujuh, menyombongkan banyaknya pengikut, pembela, murid, anak cucu, maupun banyaknya kerabat.

Biasanya hal ini terjadi di kalangan para penguasa yang memiliki prajurit yang banyak dan menyombongkannya di hadapan yang lain. Begitu pula di kalangan para guru dan ustadz, saling berbangga dan menyombongkan banyaknya murid dan pengikut di hadapan yang lain.

Sahabat Alukatsir Blog yang dirahmati Allah, itulah ketujuh sebab yang membuat seseorang dapat sombong. Satu saja dipunya maka pemiliknya akan sangat rentan terjangkiti Al-Kibr.

Lantas, bagaimana jika seseorang memiliki ketujuh sebab itu? Maka lubang masuk Al-Kibr akan semakin menganga besar di hadapannya. Hanya orang-orang yang senantiasa meminta pertolongan Allah lah yang akan selamat dari kesombongan sembari terus berusaha menepisnya ketika hal itu menghampiri.

Semoga Allah Taála menolong dan membimbing kita semua untuk tidak sombong dengan berbagai anugerahNya yang diberikan kepada kita. Amin.

Demikian dan mudah-mudahan bermanfaat.

Baca juga:



My Instagram