Kiat Belajar Yang Baik di Kota Madinah - Bag 1

Alhamdulillah. Was shalatu was salamu 'ala Rasulillah.

Di kesempatan kali ini, saya akan coba mengulas kiat belajar yang baik di kota Madinah, tepatnya di Universitas Islam Madinah. Mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca blog ini. Amin.

Pada dasarnya, belajar di kota ini tidaklah jauh berbeda dengan belajar di kota-kota lainnya. Menimba ilmu agama di universitas ini pun juga tidak ada perbedaan yang mencolok. Yang membedakannya adalah cara yang kita tempuh dalam belajar dan menimba ilmu disini. Semakin kita mengetahui metode yang tepat dan cocok dengan gaya belajar dan kecenderungan kita, maka kesempatan meraih ilmu agama yang berlimpah itu semakin terbuka lebar.

Saya akan mempersempit bahasan kita dan memfokuskannya terlebih dahulu kepada cara yang baik belajar di kampus. Karena dari bangku perkuliahan di Universitas Islam Madinah inilah kita akan dibekali 'kunci-kunci' untuk membuka gerbang ilmu agama nantinya.

Sebelum itu, ada 3 poin penting yang perlu kita ingat bersama, yaitu sebagai berikut:

Pertama, mari kita lurus dan murnikan niat masing-masing dalam belajar dan menimba ilmu di kota Nabi ini!

Menuntut ilmu adalah bagian dari ibadah. Bahkan ibadah yang agung dan memiliki ganjaran yang besar disisi Allah. Maka disitu juga harus ada keikhlasan dalam melaksanakannya agar ilmu yang kita dapat nantinya bermanfaat untuk diri sendiri terutama dan orang lain. Ikhlas adalah syarat mutlak diterimanya suatu amal ibadah oleh Allah Ta'ala, maka hal ini perlu selalu diingatkan.

Carilah ilmu agama itu karena mengharap ridha dari Allah dan mengangkat penyakit ketidaktahuan dari diri dan orang lain nantinya. Itulah tujuan utama kita sebagai penuntut ilmu. Jauhilah tujuan-tujuan lain yang menggiurkan awalnya namun menyengsarakan akhirnya.

Ingatkan hadits Nabi yang bercerita tentang 3 golongan manusia yang akan disidang dan dimasukkan paling pertama ke dalam neraka jahannam kelak!? Ya, satu dari 3 goolongan tersebut adalah orang yang berilmu tetapi terjebak kedalam tujuan yang menggiurkan di awalnya, yaitu agar disebut-sebut sebagai orang yang 'alim. Namun ternyata tujuan semisal ini justru menyengsarakan di akhirnya, yaitu malah diseret ke dalam api neraka, paling pertama lagi.

Kedua, disini ada sejumlah kelebihan dan kemudahan dalam menuntut ilmu agama.

Kita perlu ketahui bahwa segala jalan untuk meraup ilmu agama sebanyak-banyaknya begitu terbuka lebar di kota ini. Ada kajian-kajian ulama dan masyaikh setiap hari di Masjid Nabawi, disamping ilmu yang kita peroleh di bangku kuliah. Bahkan ada pula dauroh-dauroh intensif yang diselenggarakan oleh berbagai pihak guna memenuhi hasrat dan dahaga para penuntut ilmu kota ini dengan ilmu.

Jadi, pintar-pintarlah memanfaatkan kesempatan dan waktu yang ada untuk menjadi orang yang memiliki kapasitas keilmuan yang mantap dan luas kelak. Kesempatan untuk itu sangat terbuka selama Anda di kota ini maka bersungguh-sungguhlah dalam memanfaatkannya.

Anda tidak perlu memikirkan makan, tempat tinggal, dan uang jajan. Karena itu semua sudah ditanggung oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Tidak ada hal yang menghambat Anda untuk melaju kencang bersama para penuntut ilmu yang bersungguh-sungguh, kecuali jika hambatan itu berasal dari diri Anda sendiri; seperti malas atau tersibukkan dengan hal yang tidak ada kaitannya dengan ilmu. Segala jalan sudah disiapkan, tinggal bagaimana Anda mau menjalaninya saja.

Ketiga, ingatlah selalu bahwa waktu keberadaan kita di kota ini sangat sebentar, ia berlalu tanpa terasa!

9 tahun keberadaan saya di kota suci ini seakan berlalu begitu cepat, tidak terasa. Tiba-tiba sudah sekian lama berlalu dari pijakan pertama saya ke kota ini. Banyak wajah baru mahasiswa yang asing bagi saya karena setiap tahun pihak kampus selalu kedatangan wajah-wajah baru guna menjadi penuntut ilmu. Setiap tahun ada yang datang, setiap tahun pula ada yang pergi meninggalkan kota dan kampus tercinta ini.

Oleh karena itu, ingatlah terus bahwa keberadaan kita di kota yang mulia ini berwaktu, tidak selama yang kita pikirkan. Apa Anda berpikir bahwa 4 tahun yang Anda akan lalui ketika pertama kali datang kesini, itu adalah waktu yang lama? Tidak. Saya pun pernah berpikir seperti itu. Waktu pertama kali tiba, saya pikir 4 tahun yang akan saya lalui itu adalah waktu yang panjang, namun ternyata 4 tahun pertama itu sudah berlalu cepat sekali.

Begitu pula tatkala saya baru diterima di program master, saya pun kembali mengulang kekeliruan yang sama, yaitu berpikir bahwa 4 tahun yang akan saya jalani di jenjang ini adalah waktu yang cukup lama untuk menimba ilmu. Tetapi tanpa terasa, saya sudah berada di penghujung program ini. Maka janganlah Anda terjebak ke dalam kekeliruan yang sama dengan yang saya lakukan! Manfaatkan waktu Anda disini sebaik dan semaksimal mungkin!

***

Baik. Setelah Anda memaknai apa yang saya utarakan dalam 3 poin tadi, saya akan paparkan disini kiat belajar yang baik di bangku kuliah. Saya akan membagi kiat ini ke dalam sejumlah langkah guna memudahkan kita semua untuk mengaplikasikannya nanti.

bersambung...


0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram